Dinsos Bengkalis Pastikan Program PKH Berjalan Baik

Oleh: redaksi Pemerintahan Daerah | Senin, 23 Maret 2020 - 07:02:51 WIB

Dinsos Bengkalis Pastikan Program PKH Berjalan Baik

BENGKALIS -Kemiskinan merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari kehidupan masyarakat/manusia. Tidak ada negara yang terlepas dari kemiskinan, karena itu kemiskinan merupakan masalah pokok dalam pemerintah yang penanggulangannya menjadi prioritas dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial yang penanganannya harus dilaksanakan secara berkelanjutan, terpadu secara lintas sektor.

Penanganan kemiskinan tidaklah mudah karena sudah berlangsung lama dengan berbagai keterbatasan, baik yang berasal dari dalam dirinya maupun dari luar. Berbagai program penanggulangan kemiskinan telah dilaksanakan oleh berbagai instansi/ SKPD namun belum dapat mengurangi jumlah angka kemiskinan secara signifikan.

Pengurangan angka kemiskinan bukan hanya tergantung pada Pemerintah Pusat, melainkan juga tergantung pada upaya yang dilakukan oleh Daerah, baik Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Desa.

Salah satu upaya pemerintah pusat untuk menekan angka kemiskinan dengan melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan berbagai komponen. Komponen yang telah dilaksanakan adalah komponen Ibu Hamil/Menyusui, Balita (Usia 0-5 Tahun), Anak Pra sekolah/AUD (Usia 6-7 Tahun), SD, SMP, SMA, Lanjut Usia (Lansia 70 tahun ke atas) dan Disabilitas Berat ( Tuna Daksa dan Keterbelakangan Mental) yang menjadi penerima program tersebut.

Pada tahun 2016 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bengkalis berjumlah 7.362 dan jumlah penerima PKH yang digraduasi berjumlah 54 KPM. Mulai tahun 2016 Program Keluarga Harapan (PKH) menambah komponen penerima yaitu lansia miskin dan disabilitas. Dengan Perspektif baru ini maka bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya mencakup komponen Pendidikan dan kesehatan tetapi juga mencakup komponen kesejahteraan sosial khususnya bagi penyandang disabilitas atau lanjut usia ( 70 tahun ke atas).

Pada tahun 2017 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) berjumlah 7.291 dan jumlah penerima PKH yang digraduasi berjumlah 71 KPM. Kebijakan program keluarga harapan (PKH) mengalami banyak perubahan. Penyaluran Bantuan Sosial PKH yang semula tunai menjadi non tunai sesuai sesuai dengan arahan Presiden Ir.H.Joko Widodo saat rapat terbatas pada tanggal 26 April 2016 tahun lalu, tentang keuangan inklusif dimana setiap Bantuan Sosial dan Subsidi agar disalurkan secara Non Tunai dan menggunakan sistem perbankan untuk memudah kontrol, pemantauan dan pemenuhan syarat penyaluran yaitu tepat sasaran, tepat waktu dan tepat jumlah.

Untuk memastikan keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan pemberdayaan sosial secara integratif holistik, maka penyalurannya menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dimodifikasi menjadi kartu debet ATM HIMBARA dengan sistem tabungan yang terintegrasi.

Pada tahun 2018 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat kuota tambahan sebanyak 7385 sehingga totoal keluarga penerima manfaat PKH berjumlah 14.566 KPM dan jumlah penerima PKH yang digraduasi berjumlah 110 KPM.

Pada tahun 2019 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) berjumlah 13.812 KPM dan jumlah penerima PKH yang digraduasi berjumlah 496 KPM.

Pada tahun 2020 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga harapan (PKH) berjumlah  13.311 KPM dan jumlah penerima yang sudah di graduasi sampai tahap dua berjumlah 661 KPM dengan rincian 214 KPM sudah Mandiri/Sejahtera dan 447 KPM karna sudah tidak memiliki syarat PKH.

Menurut Kepala Dinas Sosial Hj Martini, PKH adalah program bantuan sosial bersyarat kepada masyarakat Rumah Tangga Miskin (RTM). Namun setiap penerima memiliki tanggung jawab memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan SDM yaitu pendidikan dan kesehatan. Program ini merupakan upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin.

Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin. Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs).

"Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan Ibu dan Anak, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menguatkan ketahanan ekonomi dalam peningkatan kesejahteraan untuk mencapai tujuan bernegara, masyarakat adil dan makmur," ungkapnya.

Kemudian, tutur Martini, secara khusus tujuan dilaksanakan PKH ini antara lain untuk meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Membantu anak usia sekolah dari keluarga miskin agar bisa mengikuti program wajib belajar dan Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin.

Selanjutnya, menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian Keluarga Penerima Manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial dan mengurangi angka gizi buruk atau angka kematian bayi melalui pemeriksaan kesehatan kepada ibu hamil.

"Adapun yang menjadi sasaran dari Program Keluarga Harapan adalah Ibu-Ibu dari keluarga kurang mampu yang terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dan tersebar pada wilayah Kecamatan di Kabupaten Bengkalis, PKH diberikan kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM), "imbuh Kepala Dinas Sosial.

Program Berjalan Baik

Kabid Jaminan Sosial Yuli Hartati mengatakan program PKH di Bengkalis berjalan baik. Evaluasi dan komunikasi aktif terus di lakukan pendamping terhadap penerima program tersebut.

Kata Yuli, bila penerima sudah terbilang mampu, pendamping dan Dinas Sosial menyarankan penerima manfaat PKH melepas status sebagai penerima program itu.

Masih menurut Kabid Jaminan Sosial, belum lama ini, diakui ada aduan sejumlah pihak terhadap para penerima program PKH tapi warga mampu. Dinsos langsung turun ke lapangan dan mengevaluasi.

""Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bengkalis sudah berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan, meskipun masih terdapat kekurangan. Laporan yang masuk kita terima dan evaluasi ke lapangan, " pungkasnya.

Sosialisasi PKH

Sosialisasi dilakukan kepada pihak yang terkait langsung ataupun tidak langsung, baik tingkat Desa/kelurahan ataupun Kecamatan. Ketua Koordinator Kabupaten (Korkab) Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PPKH) Kabupaten Bengkalis, Dedi Irawan menerangkan selalu melakukan sosialisasi pada tingkat Kecamatan dan Desa didampingi pendamping. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan informasi dan pengetahuna tentang PKH secara lebih mendalam.

Selain sosialisasi, monitoring dilakukan untuk memantau pelaksanaan Program PKH di lapangan untuk mengidentifikasi berbagai hal.

"Baik pelaksanaan program di kecamatan, baik itu proses atau pun berbagai permasalahan, di samping itu juga untuk mendapatkan masukan dari pelaksana program kesehatan dan pendidikan. Pelaksanaan monitoring yang dilakukan PPKH dan Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis adalah memantau Pelaksanaan tugas pendamping, KPM PKH dan menyelesaikan KPM yang bermasalah dilapangan, "kata Dedi.

Sedangan evaluasi dilakukan baru sebatas pelaksanaan program di lapangan baik proses pelaksanaan atau hal-hal yang menyebabkan terjadinya kendala program. Hal ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan antara PPKH bersama Koordinator Wilayah Riau ataupun Kabupaten, operator dan seluruh pendamping setiap bulannya di sekretariat guna pencapaian tujuan dan pencapaian program yang belum dilaksanakan.

Anggota DPRD Bengkalis Irmi Syakip Arsan memberikan berharap program PKH terus berjalan sesuai peraturan yang ditetapkan. DPRD katanya akan mendukung terobosan baik yang dilakukan Dinsos Bengkalis untuk kepentingan masyarakat Bengkalis.

Politisi PKB ini menegaskan, program PKH yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu harus tetap sasaran. Tidak dikuasai oleh orang masuk dalam kriteria mampu.

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:[email protected]

Komentar

Komentar Facebook