Cegah Abrasi Pantai di Desa Tanjung Leban

Mahasiswa Kukerta UNRI Bersama Masyarakat Tanjung Leban Ciptakan Hybrid Engineering

Oleh: redaksi Pendidikan | Sabtu, 27 Juli 2019 - 09:00:20 WIB

Mahasiswa Kukerta UNRI Bersama Masyarakat Tanjung Leban Ciptakan Hybrid  Engineering

Foto pembuatan hybrid engineering

TANJUNG LEBAN -- Mahasiswa Univesitas Riau (UNRI) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tematik di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis melakukan usaha pecegahan sekitar pantai mangrove bersama pemuda di Desa Tanjung Leban, pada Jumat (26/7/2019) pukul 14.00 WIB.

Mangrove di Desa Tanjung Leban, Bengkalis saat ini mengalami tekanan kerusakan pesisir yang serius, karena faktor abrasi pantai. Hal tersebut telah menyebabkan kerusakan fisik berupa hilangnya mangrove di areal sekitar pantai. Salah satu penanganan yang saat ini dilaksanakan untuk menanggulangi abrasi adalah dengan hybrid engineering. Pembuatan hybrid engineering di sekitar pantai ini juga di inisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Riau yang turun langsung ke Tanjung Leban untuk melihat kondisi di areal sekitar pantai mangrove. Mangrove yang semakin berkurang akibat ombak, membuat pemuda dan mahasiswa Kukerta Tematik UNRI untuk menciptakan hybrid enginering sederhana yang berguna sebagai pemecah ombak.

Koordinator Desa Rizan Hasbullah menjelaskan bahwa prinsip hybrid engineering adalah sebagai pemecah ombak. Sehingga, ombak tidak langsung menghantam mangrove dan abrasi dapat untuk dikurangi. Sehingga pembuatan hybrid engineering sangat penting untuk di implementasikan.

Sementara itu, pemuda setempat Hanafi juga mengapresiasi langkah mahasiswa kukerta yang sudah berupaya untuk bersama-sama membuat hybrid engineering sederhana.

“Terimakasih kepada seluruh pihak yang yang bersangkutan atas kepeduliannya dalam menyukseskan pembuatan pemecah ombak sederhana,” ujarnya.

Selanjutnya, Said Zul Amraini selaku Dosen Pendamping Lapangan menyambut baik pembuatan pemecah ombak.

“Saya menyambut baik terciptanya pemecah ombak tersebut karena mahasiswa kukerta UNRI telah melakukan suatu langkah positif untuk melindungi lingkungan, khususnya lingkungan pantai dengan kerja nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Angga Fatahilla, mahasiswa teknik sipil UNRI yang mengatakan bahwa diperlukan kontruksi dan skema yang lebih kuat dengan menggandeng pemerintah untuk mau bekerja dalam menyeleseaikan hybrid engineering yang lebih terstruktur dan kompleks supaya hasilnya lebih maksimal. Ia juga berharap bahwa perlu adanya kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah baik pemerintah Desa, Kabupaten maupun provinsi supaya pemecah ombak bisa untuk dikembangkan.(rls/AT)

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook