Jalin Silaturahmi, DPC AAI Gelar Buka Bareng

Oleh: redaksi Umum | Jumat, 31 Mei 2019 - 10:07:32 WIB

Jalin Silaturahmi, DPC AAI Gelar Buka Bareng

Suasana buka puasa DPD AAI

BENGKALIS- Terakhir bersua antara pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Aren Indonesia (DPD AAI) Kabupaten Bengkalis pada saat kegiatan seminar nasional yang digelar Sabtu, 26 Januari 2019 silam.

"Buke malam ini tidak ade rencana, mengingat kawan-kawan sudah lame tidak kumpul setelah kite ngadekan seminar kemaghen, dengan kesibukan sepertinye hilang. Salah satu calon DPC Bengkalis nyondol-nyondol di grup (DPD👍AAI Bengkalis,red) mungkin die masih semangat dan kite tak mau mematahkan semangat make tercetuslah malam ini kita buke puasame besame," kata Ketua DPD AAI Kabupaten Bengkalis Dr. Eng. Mohamad Syahminan, ST, MT kepada media, Kamis (30/5/2019) malam.

"Di samping itu, kite juge akan membicarakan program kite kedepannye salah satunye dalam waktu dekat ini pelantikan DPC Bengkalis. Dan program kite selanjutnye menanam aren atau enau (arenga pinnata, suku Arecaceae) di pinggir jalan di Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis," sebut Syahminan anak watan Parit Bangkong, Bengkalis ini.

Ditambahkan saminan, "Kemudian, kawan kite Doktor pakar yaitu Doktor Rani ade bincang-bincang dengan kawan kite daghi Jepang yang menyatekan mau mensupport terhadap penanaman aren ini terkait dengan lingkungan. Selame ini kite sudah menderita dengan pembakaran hutan yang tidak bisa terkendali, Insya Allah dengan aren nanti air masih tersimpan di pohon aren sehingga bisa menghambat kebakaran tadi," tutup Syahminan Syahminan anak dari mantri Zainon Parit Bangkong yang menyelesaikan pendidikan S3-nya di Kyushu University, Jepang tahun 2010-2013 jurusan Civil and Enviromental Jepang ini.

Sementara itu, DR. Rani yang menyelesaikan S3 tahun 2013 di Universitas Yamaguchi, Jepang jurusan Teknik dan Ilmu Lingkungan pula mengatakan, "Saya bukan pakar cuma diajak bersama-sama untuk mengembangkan aren oleh Pak Syahminan. Nah, terkait dengan Jepang melalui BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Unri kemudian bekerjasama dengan Universitas Kyoto, Jepang mereka ada program yang terkait juga dengan BRG (Badan Restorasi Gambut) juga yaitu penanganan karlahut (kebakaran hutan dan lahan) yang salah satunya bagaimana program rewetting (Pembasahan kembali gambut), revegetasi dan revitalisasi yang targetnya supaya masyarakat tidak hanya menanam sawit tetapi juga menanam tanaman keras yang endemik di daerah mereka tadi. Cuma, kendalanya adalah dari sisi penghasilan masyarakat, kalau mereka hanya menanam tanaman keras waktunya kan lama tapi tidak bisa diproduksi tanaman-tanaman itu karena tujuannya penghijauan. Saat seminar kemarin, saya mendapat ide bagaimana tanaman itu diselingi dengan aren karena aren bisa disadap niranya, buahnya juga bisa diolah sehingga masyarakat tetap mendapatkan penghasilan," papar DR. Rani seraya mengaku hal ini sedang dijajaki kemungkinannya seperti apa ke depannya nanti.

Saat ditanya peluang keberhasilan tanaman aren tadi, DR. Rani mengatakan, "Kemarin saya sempat kontak dengan koordinator dari Jepang namanya Buk Michiko, mereka mengatakan bahwa masyarakat di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar laksamana sangat antusias untuk ikut (menanam aren) tetapi belum dapat pembinaan. Oleh karena itu, hari ini kita berpikir apakah kita di AAI bisa membantu atau melalui pemerintah daerah, ini yang sedang kita fikirkan," tutur Doktor kelahiran Bengkalis, 9 Februari 1981 bunda dari Rehanaliko Setiawan dan istri dari Dedi Setiawan ini.

Malam itu, baik Syahminan yang menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Dumai, Rani bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis maupun pengurus DPD AAI Kabupaten Bengkalis terlihat serius namun santai membahas kegiatan asosiasi mereka.

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook