MUI Kecamatan Rupat Sepakat Menolak "People Power"

Oleh: redaksi Politik | Sabtu, 18 Mei 2019 - 21:13:30 WIB

MUI Kecamatan Rupat Sepakat Menolak "People Power"

Ketua MUI Kecamatan Rupat Drs M.Yusuf

RUPAT -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Rupat , Kabupaten Bengkalis , sepakat menyatakan penolakan terhadap gerakan "people power" yangmengarah ke tindakan
meresahkan masyarakat  terutama pasca-Pemilu 2019.

Ketua MUI Kecamatan Rupat Drs M.yusuf , Sabtu, 18/5/2019 dikediaman mengatakan pelaksanaan Pemilu 2019 di Kecamatan Rupat umumnya kabupaten Bengkalis  telah usai dan berjalan lancar serta damai.

"Untuk itu, sudah selayaknya kita mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak penyelenggara yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Di antaranya, TNI, Polri, KPU, panwaslu, pemeritahan kecamatan Rupat bersama seluruh jajarannya. Yang tidak kalah penting adalah masyarakat yang telah menyalurkan hak pilihnya," ujar  M.yusuf.

Menurut dia, jika dalam proses penghitungan  suara ditemukan hal-hal yang tidak sesuai aturan, ketidakadilan, ataupun kecurangan, hendaknya dikritik dengan tindakan sesuai hukum.

"Jika ada kecurangan dan ketidakadilan dalam proses penghitungan suara, marilah kita laporkan dengan menggunakan jalur hukum yang telah tersedia," kata dia.

Ia mengemukakan, pelaksanaan pemilihan umum 2019 secara nasional dan khusus di kecamatan Rupat  telah sesuai aturan yang berlaku. Kini semua pihak harus bersabar menunggu hasil dari penghitungan akhir KPU RI pada 22 Mei 2019.

Ia mengaku prihatin, di tengah proses rekapitulasi yang dilakukan KPU, mencuat informasi adanya pihak-pihak yang mengancam akan melakukan aksi "people power" karena  tidak puas dengan hasil Pemilu 2019,

Untuk itu, MUI Kecamatan Rupat  juga meminta masyarakat, khususnya warga Kecamatan  Rupat, tidak terprovokasi dengan gerakan "people power" pasca-Pemilu 2019.

"Marilah kita kawal proses penghitungan suara pemilu dengan cara yang baik. Kita harus bertindak sesuai konstitusi. Kita harus bertindak sesuai hukum, karena negara kita adalah negara hukum. Hukum harus menjadi panglimanya," kata yusuf.

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, pihaknya juga mengajak warga Kecamatan Rupat untuk menyucikan pikiran, hati, dan perbuatan yang dapat menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Pada Ramadhan ini mari kita menyucikan hati, pikiran, dan perbuatan sehingga kita dapat berpuasa dengan baik,  bukan puasa lahir tapi juga batiniah. Dengan berpuasa yang baik dan akhlak yang mulia, Insya Allah puasa kita akan diterima," Ungkapnya (Budi/AT)

 

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook