Hendak ke Pasar

Wanita Paruh Baya di Pekanbaru Ini Histeris Melihat Suaminya Tergantung di Garasi

Oleh: redaksi Peristiwa | Jumat, 08 Maret 2019 - 13:55:24 WIB

Wanita Paruh Baya di Pekanbaru Ini Histeris Melihat Suaminya Tergantung di Garasi

PEKANBARU -- Bagai tersambar petir di siang bolong, perasaan itulah yang dirasakan Sobie (45), saat hendak pergi ke pasar, Jumat (08/03/19) pukul 08.30 WIB pagi. 

Bagaimana tidak, baru saja melangkahkan kaki turun dari lantai 2 rukonya yang berada di Jalan Bintara, RT02/RW12, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, wanita paruh baya tersebut langsung dibuat histeris karena menemukan sang suami, Siswanto (49) sudah terbujur kaku gantung diri menggunakan seutas tali di ventilasi garasi ruko. Sontak temuan mayat korban pun membuat geger warga setempat. 

Peristiwa itu dibenarkan juga oleh Kapolsek Payung Sekaki, AKP Hidayat Perdana. Menurutnya, istri korban lah yang pertama kali menemukan mayat korban sudah dalam kondisi tewas. 

"Saksi awalnya mau pergi ke pasar. Tapi ketika turun dari lantai 2 dan sampai di garasi, saksi tiba-tiba melihat jasad korban sudah tergantung di ventilasi garasi ruko menggunakan seutas tali," ujarnya kepada wartawan. 

Begitu menurunkan jasad korban dari gantungan tali yang menewaskannya, pihaknya pun menyerahkan jasad korban kepada keluarganya untuk dimakamkan. Kata dia, keluarga korban menolak dilakukan visum dan rencananya jasad korban akan dibawa langsung ke Kota Duri. 

"Dari olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan pada jasad korban. Namun pihak keluarga korban menolak dilakukan visum, jadi jasadnya kita serahkan langsung ke keluarganya. Rencananya mau dibawa ke Duri (untuk dimakamkan)," singkatnya. (gas/AT)

Sumber : Riauterkini.com

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook