Belasan Hektar Lahan Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Terbakar

Oleh: redaksi Hukrim | Kamis, 31 Januari 2019 - 05:58:40 WIB

Belasan Hektar Lahan Gambut di Pulau Rupat, Bengkalis Terbakar

Teks foto : Kebakaran lahan gambut di Pulau Rupat dan petugas Damkar Bengkalis sedang berupaya lakukan pemadaman

BEGKALIS -- Diperkirakan mencapai 15 hektar lahan gambut di Desa Kebumen, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis sejak Senin (28/1/19) lalu hingga hari ketiga ini, Rabu (30/1/19) terbakar. 


Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Masyarakat Peduli Api (MPA) dibantu perusahaan PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) masih berjibaku melakukan upaya pemadaman di lahan gambut perkebunan sawit, lahan kosong, serta lahan milik warga itu. 

Belum diketahui penyebab kebakaran dan asal muasal api. Petugas juga kesulitan untuk menjinakkan api, selain cuaca terik juga dipicu angin kencang semakin memperluas lahan gambut yang terbakar. Kemudian, jarak sumber air dengan lokasi kebakaran cukup jauh sekitar tiga kiloan meter. 

"Hingga petang ini masih terbakar, sudah sekitar belasan hektar. Petugas di lapangan masih berusaha melakukan pemadaman," ungkap Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bengkalis, Djamaluddin melalui Kepala Bidang Pengendalian Operasional, Sarana Prasarana dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran, Donni Sartika, S. Psi, M. Si ketika ditemui riauterkini.com, Rabu (30/1/19). 

Ditambahkan Donni sejumlah peralatan dan perlengkapan serta sarana untuk mengendalikan kebakaran telah dikerahkan. Dirinya berharap api tidak terus meluas. 

"Semoga api segera dapat dikendalikan dan kebakaran ini tidak terus meluas. Cuaca panas dan terik ini, kita juga mengimbau agar warga jangan membuang pontong rokok masih menyala sembarangan apalagi sedang berada di lahan yang rawan terbakar," imbaunya.***(dik/AT) 

Sumber: Riauterkini. com

 

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook