Dapatkan Melalui Pemilu 2019 Tokoh dan Generasi Masyarakat yang Kreatif, Produktif lagi Persuasif

Oleh: redaksi Opini | Sabtu, 05 Januari 2019 - 13:30:33 WIB

Dapatkan Melalui Pemilu 2019 Tokoh dan Generasi Masyarakat yang Kreatif,  Produktif lagi Persuasif

Teks foto : Drs H. Anwar Thaib (Wakil Ketua DPH LAMR Kec. Bengkalis)

A.    Pendahuluan

Apapun yang dilakukan dalam kehidupan manusia adalah bentuk usaha mengisi kebutuhan hidup membudayakan diri mengembangkan potensi yang telah dianugerahkan Yang Maha Kuasa. Budaya yang berkembang adalah rahmat dan nikmat bagaimana disyukuri dan menjadikan generasi hidup bagaikan perilaku kesehariannya.

Sejarah 10 November bukti nyata berbuat generasi berjuang memotivasi diri, begitu juga akhir November Hari Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, dan 22 November diperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu Rasul Utusan Yang Maha Kuasa. Sebagai Rasul Nabi dilahirkan di utus kemuka bumi “Menyempurnakan akhlak manusia yang mulia”, berbuat untuk umatnya lebih baik, berhasil bagaimana umat ini banyak bertakwa menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang.

Tugas-tugas itu menjadikan generasi hidup kreatif produktif lagi persuasif, ada konsep berpikir yang menghasilkan nilai ekonomi dan sosial masyarakatnya. Berkaitan itu generasi dihubungkan pula akan keadaan akhir tahun 2018 bagaimana bertanggung jawab akan perbuatannya, dievaluasi, diintropeksi ada analisis untuk siap take off ditahun 2019 berkiprah mencapai kemajuan generasi kedepan, yaitu masyarakat sejahtera adil dan makmur.

Kemunduran dan kelemahan yang terjadi dapat diatasi dengan berbuat, bekerja keras diiringi niat tekad dan doa. Menyelematkan keadaan itu dan tanggung jawab bersama, generasi melayu berjuang memelihara marwah kehidupan dari pimpinan yang sifatnya bersama saling mengajak dan saling membawa. Pimpinan itulah yang diharapkan pada kesempatan pemilu ini.

Dalam tugas itu generasi yang berpikir, berilmu diminta dapat memediasi paham dan kebiasaan yang berbeda kelemahan yang terjadi berbuat bersama memperkuat kelompok dan organisasi akan berdampak positif apalagi benar-benar ada dalam hubungan hidup bertaaruf, muamalah, dan pandangan human relation. Berbuat dengan semangat kerja kreatif produktif memanfaatkan waktu alam sekitar sungguh merupakan konsep terciptanya sosial ekonomi generasi. Pandangan berpikir ini sungguh telah disampaikan pendakwah negeri ini, berbuatlah “Bila melihat lihatlah apa yang bermanfaat dan bila mendengar, dengarlah sesuatu yang benar”. Berpikir ini tidak seharusnya generasi jauh melainkan dekat, mudah dan senantiasa berhubungan dijenguk dan diajak. Yang Maha Kuasa membuka kesempatan itu yang dilafaskan dalam doa setiap hari “Hanya kepadamu kami mengabdi, berserah diri dan juga meminta pertolongan” bila dilanjutkan “Tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan yang telah ditunjuki pada orang-orang terdahulu”. Perilaku dan kebiasaan ini diajarkan orang tua dan guru, pendakwah perpanjangan tangan Nabi dan Rasul. Kesempatan pemilu ini menjadi sarana pemilihan pemimpin, hal ini diharapkan sebagaimana fungsi tugasnya baik yang sudah terpilih maupun yang belum begitu juga pemimpin pemilihan kedepannya.

B.     Penjelasan dan Sasaran Judul

Generasi pada judul ini bersifat umum boleh mereka yang terkait sebagai calon yang dipilih, pemilih, pemimpin boleh juga masyarakat umum. Judul ini dapat diperluas, dipertajam yaitu berharap apa yang dituju melainkan pimpinan yang lebih baik ada perubahan nyata lagi benar, sebaliknya apa yang dilakukan belum sempurna perlu perbaikan maka mari dipikirkan bersama-sama.

Menyangkut judul rasanya cukup di pahami banyak digunakan generasi yaitu generasi yang bekerja dengan konsep berpikir dan ciptaanya akan tampak manfaat keberhasilannya apakah menyentuh sifat dan sikap sosial ekonomis yang terwujud dari para tokoh generasi masyarakat tentu mereka pada kalangan pemimpin apakah jabatan dan fungsi kelembagaan. Melayu memberi gelar buat mereka “Pemimpin itu orang yang dituakan didahulukan selangkah, ditinggikan diberi amanah”, berkiprah bagaikan payung memanyungi generasi masyarakatnya. Pemimpin yang terpilih bagaimana berbuat mengayomi generasi untuk proaktif mencapai kemajuannya. Keberhasilan ini sungguh dituntut Yang Maha Kuasa yang dalam artinya “Kami jadikan kamu sebagai khalifah di bumi setelah mereka, untuk kami perhatikan bagaimana kamu berbuat”. Pada ayat lain boleh juga yang diartikan “Yang Maha Kuasa menjadikan kamu sebagai penguasa dibumi ditinggikan derajatnya sebagianmu dari yang lainnya, menguji kamu akan apa saja yang telah dianugerahkan kepadamu”. Inilah tanggung jawab yang dipertanggung jawabkan bagaimana tugas berhasil tentu akan lebih baik apabila dipahami dan diintropeksi. Keberhasilan generasi dan pemimpin berbuat diikuti generasi lain yaitu tercapainya nilai-nilai ekonomis, urgensinya pada semangat budaya generasi ini.

Tuntutan itu jelas harus didapatkan 2019 bahwa perubahan kemajuan itu adalah tujuan generasi. bagaimana berbuat apalagi mereka ada dalam ilmunya potensi kemampuan dan kapasitasnya, berbuat membawa generasi sadar berpartisipasi menciptakan semangat kerja, apalagi lapangan kerja. Kebersamaan memikirkan kemunduran ini dan belum jelasnya penanggulangan perlu energi dan finansial yang besar yaitu berbuat bersinergi dengan tekad dan niat generasi. Pepatah melayu mengungkapkan “Janganlah berikan ikan berilah mereka kail” Intinya judul ini memberikan kesadaran generasi untuk berpikir bekerja menciptakan kesempatan kerja mencapai hasil ekonomis. Kesadaran generasi dan tokoh akan terwujud bila generasi bergandeng tangan bersahaja tidak berjarak tidak mendominasi sifat diri. Apa yang harus dilakukan, sesungguhnya sangat sederhana, mudah, simple, tidak memerlukan energi dan modal melainkan berbuat dengan sikap menerima accepten satu sama lainnya yaitu dengan apa adanya dimana saja diwaktu apapun juga. Sebagai generasi di kelembagaan bagaimana tidak memihak dan berpikir kelompoknya melainkan generasi diterima sebagai orang yang harus di pikirkan diberikan jalan diperdayakan berbuat berperan aktif dibantu mencapai haknya dalam kehidupan. Mendapatkan generasi itu banyak rujukan yang mendasari dalam kehidupan ini yaitu bagaimana seharusnya generasi mencermati konsep yang telah dijalani diantaranya :

  1. Tuntutan agama jelas telah banyak disampaikan pendakwah kita
  2. KPK telah menampakkan hasil kerjanya dan akibat yang terjadi buat generasi ini.
  3. Ustad Abdul Somad memperingati maulid tahun ini menghendaki terlaksananya hijrah kepemimpinan hijrah pendidikan berharap ada perbaikan kehidupan ini.
  4. Negara telah meletakkan pondasi kedepan lebih baik dapat dilihat dari rekruetment PNS sistem online artinya berbuat akan sendi kepimpinan, memelihara hak generasi dan menjalankan hukum. Dari sisi pendidikan berharap pendidikan yang bermutu. Mewujudkan berpikir generasi milinial yang senantiasa bersama menggunakan dunia IT, selayaknya kita berbuat bertanggung jawab. Sejarah kepahlawanan mengharapkan pahlawan kedepan dari generasi ini.

Mencoba merealisasikan generasi itu dan rujukan diatas dapat kita mintakan pandangan generasi bagaimana berjuang di pemilu 2019.

  1. Terhadap generasi calon yang dipilih diantaranya :
  1. Tampak sebagai sosok generasi yang memiliki muatan hidup berorganisasi berjuang bersama berusaha mengembangkan potensi anggota, memperkuat menjadikan organisasi mandiri apalagi mereka ada dalam praktek kehidupan beragama ibadah dan praktek sosial lainnya. Banyak berbuat berpikir sosial berani mengatasi kekurangan generasi lainya.
  2. Tampak dalam berbahasa bergaul bagaikan fakta berpartisipasi dalam tugas tanggung jawab sosial kemasyarakatan, hidup bergotong royong memberikan pengaruh positif tertolaknya suatu yang lemah apalagi yang salah.
  3. Tampak dalam niat dan tekad mereka, dapat diterima generasi lain jika mungkin tumbuh, tegak megah, bagaikan monumen budaya artinya ada semacam buah pikir melambangkan hidup masyarakat. Bagi mereka yang dipilih dan perahu yang ditumpangi tampak tegar, eksis dan malah berarti ada dalam nilai keberadaan perahunya.
  4. Bila mereka berpikir sehat berkiprah dilokasi kemenangannya akan menambah sifat simpati, persatuan generasi berpartisipasi berbuat inovasi.
  5. Apa-apa pada diri calon tampak dalam sifat-sifat yang melekat diterima, disenangi generasi dapat menjadi tolak ukur dipandang sebagai pejuang, peduli generasi kedepan untuk lebih maju, boleh jadi dipilih lagi ditahun berikutnya. Kebersamaan generasi dan masyarakat mempertebal semangat budaya dengan penuh hati bersama berbuat mencapai keberhasilan. Keberhasilan mereka memberikan tanggung jawab fungsinya bagaikan rujukan diatas. Yang Maha Kuasa mengatakan “Ku jadikan pada manusia itu hati pendengaran dan penglihatan supaya kamu bersyukur”, bagi mereka yang menjauhi akan itu Yang Maha Kuasa menyampaikan “Mereka generasi yang berpaling dari penglihatan pendengaran dan hatinya laksanakan binatang ternak dan mereka lebih sesat ”. Generasi yang ingin tahu, buka dan baca An-Nahl 78 dan Al-A’raf 179. Rujukan ini menerangkan bagaimana individu diminta berbuat berpikir berkreatif.
  6. Permintaan doa calon lebih baik direalisasikan calon terpilih ini dilakukan bahwa calon  adalah anggota masyarakat, dilakukan dalam kegiatan-kegiatan sosial masyarakat, ibadah dapat memberikan penguatan dan penerimaan diri generasi mempertebal semangat persaudaraan dan persatuan. Melaksanakan itu sebagaimana rujukan bahwa hidup itu akan mati dan pasti terjadi. Dalam hal ini generasi diminta menjenguk, mengantar keperistirahatan sebagaimana hak sesama muslim.
  7. Calon terpilih diterima masyarakat tampak dalam sosok umur, kedewasaan lepas dari kelemahan-kelemahan diri kemampuan berkiprah apalagi terkait IT, yang penuh akan informasi dan kompleksitas kehidupan. Bagi mereka berpikir berkompetitif dapat berpengaruh positif, akan hal yang negatif menimbulkan kontaminasi pemikiran, tidak dapat berbuat optimal takutnya berbuat menyimpang dari niat dan doa.
  8. Pemilih berbuat akan haknya dengan penilaian yang cermat layak sebagaimana kehidupan bermasyarakat berbuat objektif bukan sebaliknya apakah itu hubungan ipo duai, anak kemanakan, teman sekampung, anak mertua dan lain-lainnya. Hal ini benar tapi bukan pada kesempatan ini akhirnya apa yang diberikan terbuang. Malah hal ini sesungguhnya bila dirumus baik akan mencapai apa yang dimaksudkan pemilih.
  9. Pemilih orang setempat tau betul akan calon yang dipilih dilingkungannya apakah sisi ilmu, kemampuan kebersamaan juga pengaruh sosial ekonominya. Generasi selektif memberikan nilai pembelajaran bahwa calon itu benar orang yang berkompetensi dapat berbuat dan dipercaya bukan dari generasi yang struktur sosial. lemah secara fisik yang dapat menimbulkan dosa  dan sinisme generasi lain.
  10. Pemilih tidak terbawa malah tertolak dapat melemahkan persatuan, menghilangkan kepercayaan calon yang berat menerima amanah berbuat jujur disiplin, berdampak positif tidak terjadinya pencapaian tokoh generasi yang kreatif. Penerimaan dan terpeliharanya cara pandang ini berpengaruh baik dapat diwariskan kedepan buat anak generasi sebagai corak kehidupan generasi apakah sifat hidup demokratis, beragama dan berbudaya.
  1. Terhadap generasi pemilih
  1. Dari sisi kebijakan dan perundang-undangan

Kebijakan senantiasa diperhatikan dicari jalan perbaikan perubahan seharusnya berakar bagaikan sendi mendidik dan mengajar ada pengaruh baik bagaimana generasi tampil jujur disiplin dan benar, generasi akan berbuat dengan sifat  berorganisasi diantaranya :

  1. Calon dipilih benar ada dalam kriteria tokoh dan anggota dari perahunya bukan  kebanyakan mereka yang masuk hari ini di perahu A besok B artinya faliditas, otoritas perahu lemah, perahu menjauh dari prinsip keorganisasian, anggota tidak terintegarasi, tidak terlaksananya kaderisasi sedangkan perahu ada dalam legalitasnya.
  2. Perahu sesungguhnya kuat dipercaya bukan sebaliknya sampai hari ini belum satupun perahu bersandar di jembatan pelabuhan, perahu telah berlayar bertahun-tahun namun belum sampai ke distinasi, artinya ada apa akan perahu ini.
  3. Perahu dalam kubu-kubu tertentu A dan juga B seharusnya tidak terjadi. Ini pertanda lemahnya organisasi terabainya keputusan anggota, dan hilangnya substansi perahu. Pandangan generasi lebih baik mengutamakan orang daripada institusi, ini besar mempengaruhi kehidupan persatuan artinya boleh saja salah daripada benar.
  4. Perahu sesungguhnya semakin elit, baik kontruksi perangkat daya tempuh menjangkau Lingkungan Laut Nusantara, anggota berkualifikasi ada dalam ilmu, standarisasi perahu hanya beroperasional skala minimal, alami sedangkan IT telah digunakan, takutnya perahu semakin menjauh dari destinasi.

C.    Kemungkinan Perubahan dan Perbaikan

Banyak pemikiran yang diperlukan, dicurahkan untuk perubahan perbaikan tergantung dari generasi apa benar ada niat, tekad dan doa ini. Jika benar ada dalam perbuatan generasi, akan dapat terpenuhi baik, apalagi bila dirumuskan dalam suatu program bersama. Judul ini dimajukan mengingat ketidakseimbangan sikap individual dan moral generasi dalam kehidupan ini. Sesungguhnya generasi mengetahui bahwa manusia adalah makhluk sosial, pengaruh mempengaruhi ada kepedulian akan berhasil bila saling menerima masukan dan memotivasi. Pengaruh yang terjadi ada dari berpikir pemimpin dan generasi pemegang tanggung jawab yaitu mereka yang hari ini berkompetisi diharapkan kreatif, produktif lagi persuasif. Mencapai keberhasilan dan pengaruh pemimpin itu banyak tindakan perbuatan yang harus dirumuskan diantaranya :

  1. Mempersatukan pola pandang bahwa generasi satu sama lainnya dan masyarakat adalah makhluk sosial punya potensi kemampuan kemauan kecendrungan dan hak-hak mengembangkan diri. Sebagai makhluk sosial bagaimana harus terbuka, bersama terpeliharanya demokrasi, apalagi lepasnya keegoan generasi.
  2. Khusus Bumi Melayu Bengkalis adalah daerah terkaya. Pengamatan kami ada benarnya namun secara kehidupan individual masih memerlukan support terutama pada generasi yang lepas dari kesempatan dan lapangan kerja. Mereka berada di kampung perlu pemikiran dan motivasi bagaimana mengembangkan potensi dan semangat kerja, berusaha dengan orientasi pendidikan vocasional, ekologis tercapai kehidupan sosial dan ekonomi generasi.
  3. SDM generasi tidak perlu diragukan mereka para lulusan prinsip berpikir berbuat dengan logikal from work, ada skala prioritas, kelayakan dan lintas sektor. Berpikir akan itu setidak-tidaknya terkait antara tindakan fisik, juga non fisik. Mengembangkan itu perlu menerima masukan, motivasi, dan mensenyawakan, memperkuat sikap kejiwaan sebagaimana apa yang disebut ESQ (Emosional Spritual Question). Syukurlah ...
  4. Kebanyakan generasi belum memahami apa yang disebut pengaruh interaksi sosial baik langsung maupun simbol-simbol dan keadaan sesuatu, ini berpengaruh besar akan sikap berpikir dan moral, menimbulkan perasaan tidak enak, terganggu, tidak dipercayai dan malah membuat generasi berdosa. Seharusnya tidak terjadi jika mempertahankan sosial dan persatuan ini.
  5. Keberhasilan akan sesuatu bukan diukur dari apa yang dimiliki, keadaan secara umum melainkan secara individual, apa yang bertambah dari aktivitas generasi mengisi kebutuhannya untuk pengembangan diri apakah itu nilai material demikian juga nilai spiritual mempertebal ketakwaan berbuat mencapai keberhasilan sesama.
  6. Generasi yang berlayar dan telah sampai tujuan, masa tugas maunya cukup berbuat berkiprah mengawasi mengingat fisik kurang menguntungkan, takut perahu salah arah dapat menimbulkan bencana, sebaiknya bersama diorganisasi sosial membina generasi. Kenyataan ini tidak begitu diterima karena tidak ada dalam fungsi tugas yang teraplikasi. Kelemahan ini digambarkan Yang Maha Kuasa bahwa amarahnya besar kepada mereka yang salah yang mereka tahu itu salah daripada mereka yang salah yang mereka tidak tahu itu salah. Diungkapkannya melampau ... Artinya menginginkan generasi sadar dapat menumbuhkan kesadaran dan kepantasan buat generasi lain.
  7. Kesenjangan dan tanggung jawab generasi dapat terpenuhi dari pemikiran pemimpin bersama generasi. Bagi generasi berperahu berlayar jauh, berbuat mencapai tujuan setidaknya ada kesan yang ditinggalkan dapat dilihat, dirasa, diberikan, untuk generasi ini sebagai pertanggung jawaban akan amanah yang diterima, dinikmati yang datang dari suara generasi ini.

 D.    Penutup

Merujuk peringatan pahlawan Sepuluh November, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dan dasar Maulid Nabi SAW ada contoh keteladanan yang baik, tentunya tokoh generasi masyarakat  sebagai pemimpin dan dipilih bagaimana berkreatif disamping memiliki sifat persuasif bahwa pimpinan lebih baik dari generasi yang dipimpin. Mereka generasi ini penuh dengan hubungan terhadap Yang Maha Kuasa begitu juga hubungan sesama yang menjiwai (human relation), apakah itu umat bersaudara. tampak jelas bersama dengan sifat senang menyenangkan satu sama lain. Mereka generasi-generasi ini ada dalam orang-orang yang berkualifikasi ilmu, kompetensinya dan kapasitasnya, setidaknya jelas dari sosok karakteristik generasi itu. Yaitu mereka yang sadar bahwa gerak perjuangan ini sudah dipersiapkan sejak Sumpah Pemuda. Di era reformasi, menghendaki generasi yang amanah jujur dipercaya lagi disiplin masuk dalam penilaian yang berkreatifitas dengan berkarakteristik.

Akhirnya tokoh generasi yang diharapkan dapat dicapai dengan memaksimalkan usaha individu berbuat mengaktualisasi diri mengembangkan budaya. Banyak para tokoh ilmuwan rujukan diantaranya Spranger mengemukakan “Bahwa kehidupan manusia tidak dapat dihampiri dengan abstraksi ilmiah melainkan dengan penghayatan nilai-nilai budaya” artinya terkait akan pandangan kehidupan generasi secara totalitas. Generasi yang berpikir kreatif juga ada dalam rujukan ilmuwan dengan Teori Rasionalisme oleh Descartes mengemukakan “Kebenaran itu dapat diketahui dengan adanya berpikir”. Dengan semboyannya Cogito Ergo Sum, saya berpikir karna saya ada, artinya generasi harus berpikir dan malah bagaimana berpikir itu benar.

Berharap sasaran itu mari kita melepaskan diri dari kesalahan, pengaruh negatif, fitnah, apalagi dosa. Perlakuan yang diperlukan mari kita berbuat mengaktualisasi diri mengembangkan sikap mental individu berbuat bekerja bersama-sama dinamis, optimis mencapai kehidupan generasi. Ini akan jelas bila generasi ada dalam norma sosial, saling bersilaturahmi berbuat akan hak-hak generasi, maka jalani dengan prinsip berpikir sosial ekonomik orientet dan dibarengi dengan spritual comitment utamanya ialah ibadah. Berbuatnya generasi dengan komitmen ini intinya merealisasi tanggung jawab individu sebagaimana rujukan “Tidaklah ku jadikan jin dan manusia melainkan untuk ibadah kepadaku”. Pengaruh berbuat berpikir ini akan bermakna besar tentunya dari pemimpin yaitu siapa saja pemimpin kehidupan generasi ini.

Alhamdulillah Yang Maha Kuasa memberkahi akan usaha baik dari generasi ini.

                                                                           

Rampai Berpikir Majukan Negeri Buku 5

Oleh : Drs H. Anwar Thaib (Melayu Bengkalis)

 HP. 08127626157

 

 


  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

Komentar

Komentar Facebook