Pemberdayaan Masyarakat Sambut Desa Pematang Duku Sebagai Ibu Kota Kec. Pemekaran Bengkalis Timur

Oleh: redaksi Opini | Selasa, 06 November 2018 - 13:17:14 WIB

Pemberdayaan Masyarakat Sambut Desa Pematang Duku Sebagai Ibu Kota Kec. Pemekaran Bengkalis Timur

Teks foto : Drs H. Anwar Thaib (Wakil Ketua DPH LAMR Kec. Bengkalis)

A.    Pendahuluan dan Pengamatan Lingkungan

Bahwa apa yang terjadi di lingkungan adalah buah pikir perorangan, kelembagaan dan institusi. Intinya bagaimana lingkungan maju, berkembang, berusaha mencapai tujuan nasional bangsa yaitu masyarakat berwawasan nusantara adil dan makmur. Pandangan anak negeri sebagaimana judul ini rasanya mutlak harus terjadi berusaha mencari solusi apa yang harus dilakukan dapat dilihat dari :

  1. Kecamatan Bengkalis yang luas789 M2 terdiri dari 28 Desa dan 3 Kelurahan. Penduduk sejumlah 80.443 jiwa terdiri dari laki-laki 40.733 orang sedangkan perempuan 39.282 orang. Penduduk sebagai sumber daya manusia layak dan dalam abstraksi penilaian sementara kami pendidikan usia dewasa produktif boleh dikatakan mencapai 75% sarjana baik lokal, nusantara, nasional maupun internasional yaitu lulusan negara jiran terdekat Malaysia, Brunei Darussalam, begitu juga Singapura.
  2. Berkembangnya wacana baik, didengar, dilihat, dibaca, dianalisa jelas dan telah terjadi, berkembang Kecamatan, Kabupaten Bengkalis. Pemekaran itu diantaranya : Kota Madya Dumai, Kabupaten Rohil, Siak, Kepulauan Meranti. Berkembangnya Kabupaten ini dipersiapkan pemekaran Provinsi, yang lalu terbukti Provinsi Riau Kepri kemudian akan datang telah dipersiapkan Provinsi Riau Pesisir.
  1. Pengamatan dan analisa sementara

Pertumbuhan dan perkembangan kehidupan layak sebagai unsur-unsur pendukung pemekaran Kecamatan Kabupaten dan Provinsi. Ini harus dipersiapkan cuma kapan realisasinya. Mempersiapkan itu tak salah jika Desa Pematang Duku mendapatkan langkah solusi menjangkau masuknya konsep dan kriteria yang dijadikan tolak ukur terciptanya pemekaran.

Penilaian untuk itu merupakan Keputusan Pemerintah daerah, berpandang dari akademisi pemikir dengan mengemukakan data dan fakta keadaan dilingkungan Desa  Pematang Duku disusunlah argumen pendukung diantaranya :

  1. 1.      Latar Belakang
    1. Letak dan jarak Desa Pematang Duku 23 km dari Ibu Kota Kecamatan Bengkalis (Bengkalis). Lingkungan dimaksud mencapai Desa Bagian Timur masih 35 km lagi sampai Ujung Pulau Bengkalis. Desa itu di  persimpangan lintasan :
      1. Arah kanan Desa Ketamputih, Sungai Batang, Kelemantan Barat, Kelemantan, Palkun dan Sekodi.
      2. Arah jalan terus Desa Kembung Luar, Teluk Lancar.
      3. Arah kiri Desa Sukamaju, Teluk Pambang dan Teluk Pambang Baru. Arah kiri dan terus adalah Wilayah Kecamatan Bantan

Disamping ditengah persimpangan tidak menutup kemungkinan lintas laut di Desa Ketamputih difungsikan sebagai pusat pelabuhan menghubung desa-desa di Kecamatan Kepulauan Meranti. Lebih jauh diharapkan maju berkembang memenuhi lintasan laut Feri Dumai Expres dan Batam ke Batam Kepulauan Riau. Bayangan kedepan Ketamputih bakal ramai keluar masuk lintas laut dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat. Dari pandangan letak ini Desa Pematang Duku layak sebagai Ibu Kota Kecamatan apalagi didukung dari struktur tanah, luas tanah, yang dapat dikembangkan sebagai Lingkungan Pertanian, Perkebunan, Peternakan, begitu juga pembangunan infrastruktur yang diperlukan.

  1. Dipandang dari sudut budaya masyarakat desa ini memiliki lembaga pendidikan seperti : SD ada 3 buah, SMP ada 1, MTS ada 1, Aliyah ada 1, dan yang tak kurang dari pandangan spritual religius adanya Pondok Pesantren Al-Falah, MTS dan Madrasah Aliyah. Sebagai Ibu Kota Kecamatan yang diimput dari sisi pendidikan Sekolah Pendidikan atas SMA telah ada dan beroperasi di Desa Sungai Batang 7 km dari Pematang Duku. Sebagian siswa lain memanfaatkan belajar di SMA Negeri 2 Teluk Pambang juga berjarak 7 km Kecamatan Bantan. Memenuhi tuntutan siswa menyalurkan kelulusan SMP dan MTS dengan jauh jarak tempuh serta melengkapi data fasilitas pendukung berkembangnya Kecamatan dapat disarankan membangun gedung baru SMA di Desa Penebal jarak hanya 3 km. Budaya yang dilandasi hidup beragama dibuktikan tumbuhnya tujuh buah masjid di samping banyak nya Musholla / Surau. Keberhasilan pengaruh kehidupan beragama tampak mereka yang berkiprah menjadi Guru Agama di Desa begitu juga diluar daerah menduduki posisi tertentu di Pemerintah.

Kelayakan Desa Pematang Duku dipersiapkan sebagai ibu kota Kecamatan Bengkalis Timur tidak mengurangi Desa pinggiran Ketamputih desa tua ada dalam sejarah Kabupaten. Berkembangnya ini desa Ketamputih dipusatkan dan telah terealisasi sebagai pelabuhan laut dan pusat pasar. Desa ini pinggiran pantai dataran rendah sedikit sering kenaikan air pasang/laut kurang dapat dikembangkan. Mempersiapkan itu dan sebagai modal masyarakat memasuki perkembangan Kabupaten Bengkalis untuk lebih baik terciptanya Kecamatan Bengkalis Timur, dibina mulai dari sekarang. Baik dari unsur-unsur dan elemen masyarakat atas izin dan kesepakatan pemerintah desa.

  1. 2.      Elemen Masyarakat dan Pihak Peduli

Diantara elemen masyarakat perlu diikut serta dan berperan diantaranya dari penulis Drs. H. ANWAR THAIB atas nama perorangan dengan berpikir bagaikan tulisan-tulisan yang dalam buku “Rampai Berpikir Majukan Negeri”. Dalam kapasitas kelompok juga berada bersama dalam “Kelompok Kerja Sosial Cinta Masyarakat” begitu juga teman-teman peduli lainnya yang ikut bergabung yang sebelumnya sebagai inovator menjadikan masyarakat lebih aktif, produktif, berhasil untuk kemajuan generasi siap bersama sepanjang diminta keikutsertaanya kita tunggu siapa diantara mereka.

  1. 3.      Tujuan

Berpikir dari pengalaman dan pengamatan lingkungan ada tujuan diharapkan :

  1. Membangun pemerintah Desa berbuat menjalankan tugas bagaikan pemerintah Kabupaten berdasarkan prinsip organisasi institusi dan kelembagaan.
  2. Membangun pemerintah Desa dan warga masyarakat berperan sama bertanggung jawab bahwa masyarakat merasa memiliki akan desa, mewujudkan desa sebagai Ibu Kota Kecamatan mencapai hidup masyarakat yang berhasil maju dan berkembang.
  3. Masyarakat bagaikan inovator merubah dirinya, anak keturunannya siap berkompetitif berorientasi hidup persuasive membangun semangat kerja masyarakat.
  4. Mempersiapkan warga untuk lebih banyak berpikir berusaha tercapainya pemenuhan kebutuhan dan nilai ekonomis. Berbuat membudayakan lingkungan menjadi lingkungan produktif indah sebagai desa lintasan kunjungan wisata ke Desa Teluk Pambang dan Kembung Luar Kecamatan Bantan.
  5. Mempersiapkan warga mengisi kegiatan apa saja terkait akan kehidupan yang diprogramkan oleh unsur kelompok masyarakat mencapai hidup layak dipandang dari sisi aspek apapun.
  1. 4.      Rujukan pengamatan ini

Hidup, berkembang, berubah melalui belajar mengetahui memahami ada dalam perbuatan yaitu semakin baik dan benar artinya terlepas dari kesalahan dan kelemahan. Benar juga sebagai hasil perolehan dari tau akan kesalahan. Lemah, tidak berhasil, perlu antisipasi diperbaiki dan tidak harus terjadi lagi. Banyak rujukan-rujukan diantaranya boleh saja :

-          Belajar seumur hidup sampai ke liang lahat

-          Belajar merubah tingkat kesadaran, tanggung jawab meningkatnya status sosial dan ekonomi

-          Belajar bersama terintegrasi antara yang memberi dengan yang menerima

-          Jangan tinggalkan generasi dalam keadaan lemah

-          Serulah manusia kejalan rab-mu. Rujukan ini bagaimana ada dalam pengaruh manajemen membawa orang-orang di lingkungan kerjanya.

Rujukan ini memberikan pertanyaan generasi bagaimana dan apa yang harus dilakukan.

  1. 5.      Efektifitas Dalam Kehidupan
    1. Hidup sifat gotong royong
    2. Lidi bermakna bila terwujud menjadi sapu
    3. Rombongan kerbau cukup di pegang identitas induk dan jantan lainnya.
  1. Pemerintah Desa (Kepala Desa) adalah orang yang dituakan, dicontoh ada dalam keteladanan mewujudkan peraturan perundang-undangan. Tugas fungsi itu diantaranya : “Menyampaikan harapan orang-orang yang dipimpin”. Banyak kegiatan yang harus dilakukan bersinergi dan terintegrasi yaitu dapat dirumuskan dalam kegiatan  program pemerintah. Tentunya kerja keras pemerintahan desa dan perangkatnya.
  2. Pendidikan sebagai materi pundamental perubahan sikap generasi masyarakat harus senantiasa terlaksanakan memenuhi tuntutan dunia pendidikan artinya pendidikan formal mutlak sebagai ukuran, pendidikan yang berhasil. Pendidikan informal dan non formal patut diperhatikan dan tidak seharusnya terabaikan melainkan berharap terwujudnya karakterisasi anak generasi. Melayu menghendaki generasi yang hidup sopan santun.
  3. Masing-masing unsur terkait berkolaborasi artinya bersendi dari apa yang dikatakan take in give, bersama menggunakan waktu saling mendapatkan masukan bukan sendirian yang dikhawatirkan terkait akan gangguan.
  4. Merumuskan kegiatan itu buat, program terpulanglah dari apakah generasi masyarakat benar ada dalam niat dan tekad. Ingat pesan terdahulu para pejuang bangsa ini :
  1. Adat dan Budaya, Landasan Estetis dan Estetika 

Banyak bahasa mengartikan akan kehidupan ini “Takkan Hilang Melayu Dibumi”. Ada pertukaran, regenerasi yang harus disiapkan menerima estafet berikutnya, artinya pimpinan tidak seterusnya, boleh berganti apalagi tidak jelas keberhasilannya. Fungsi evaluasi merupakan hal mutlak dalam berorganisasi. Agama menjelaskan yang artinya “Yang Maha Kuasa Meminta Pertanggungjawaban Generasi Atau Pemimpin Yaitu, Melihat Apa Yang Kamu Perbuat”. Kebiasaan apa yang diperbuat masyarakat telah pula diterima insitusi hukum dan menjadi budaya kehidupan yang disebut dengan nilai kearifan lokal, bagaimana layaknya generasi berbuat, berbahasa dan bertingkah laku.

  1. Secara umum banyak program-program yang dapat dilakukan untuk sementara dapat dicoba yaitu berupa :

1)      Sosialisasi apakah ada dalam kelayakan sifat menerima dan keterlibatan masyarakat yaitu saling menjalankan apa-apa yang disampaikan yang menjadi kesepakatan.

2)      Unsur-unsur berkolaborasi apakah tokoh-tokoh masyarakat bertekad untuk berbuat lebih aktif, pro aktif yaitu perangkat desa dan para narasumber lain secara teknis

3)      Kegiatan menyangkut aspek kehidupan masyarakat tergabung dari semua aspek kehidupan baik jasmani maupun rohani bahwa satu dan lainnya bersenyawa.

4)      Menghidupkan unsur organisasi mempersatu kehidupan bermasyarakat bertanggung jawab dapat menggambarkan bahwa efektifitas akan berjalan dengan mengaktifkan diantaranya karang taruna, remaja masjid, syarikat kematian, kelompok-kelompok organisasi pengajian, adat budaya, LAMR desa dan kelompok rewang masyarakat desa.

5)      Mengembangkan semangat bekerja, berusaha terutama anak generasi menggunakan waktu berbuat akan alam lingkungan apakah bertani,beternak, industri walaupun kecil, begitu juga kegiatan lain yang dibiasakan menjadi nilai sosial dan ekonomi masyarakat. Ingat sehari saja waktu tertinggal, terbuang dua hari tenaga yang dipersiapkan sedangkan waktu sehari itu juga. Umpama yang hidup bertambah umur dan juga besarnya.  

6)      Mengembangkan semangat saling bersama mendukung memberikan uluran tangan terhadap anggota masyarakat yang lemah mengembangkan potensinya mencapai perubahan lebih baik. Menyangkut waktu yang utama yaitu menggunakan waktu solat yang kita sadar bahwa hidup sebagaimana Yang Maha Kuasa menggariskan “ Tidak ada daya upaya melainkan atas izin dan kehendak dari Yang Maha Kuasa “. Kegiatan yang banyak untuk efektivitas dan efisiensinya gunakan time schedule.

7)      Lembaga sosial masyarakat senantiasa memberi support, mengawasi, dan ada dalam kelompok mengevaluasi gerak majunya usaha kegiatan yang dilakukan. Jika mungkin ada kelompok pemeriksa yang ditugaskan.

8)      Melakukan acara ulang tahun dari program kegiatan masyarakat dengan mengedepankan pihak pemerintah yang lebih tinggi, narasumber bukan serimunial melainkan dukungan positif nampak dari realisasi semangat keikutsertaan, antusias, disiplin masyarakat untuk berhasil dapat dilakukan pameran maupun juga bazar.

9)      Ciptakan warung desa pusat informasi dan pembangunan desa begitu juga monumen lain yang merupakan lambang dan identitas budaya desa.

10)  Penanaman bunga-bungaan dibahu jalan dengan tanggung jawab dari setiap warga masyarakat rumahnya dipinggir jalan tentu atas koordinasi perangkat dan unsur desa lainnya berfungsi menyejukkan, menjernihkan pengamatan dan tanggapan serta keindahan lingkungan. Baiknya diiringi tanaman perkarangan.

11)  Tanah-tanah pinggiran jalan yang tidak sempat diurus anggota masyarakat dapat dibudidayakan oleh Kelompok Organisasi apakah Karang Taruna dan Remaja Masjid dan kelompok lain dengan bantuan pemilik seadanya memperkuat persatuan, persaudaraan pemilik dan kelompok desa.

12)  Pertemuan-pertemuan dalam aspek keagamaan wirid pengajian, hari-hari besar islam. Kepala desa sebagai panutan, contoh berpengaruh besar buat masyarakat baik untuk mengenal masyarakat secara langsung, berpengaruh memupuk rasa pemersatu warga setidaknya berbuat bergiliran melakukan tanggung jawabnya, pengakuannya kepada yang kuasa dengan sholat, dari satu masjid ke masjid lain begitu juga surau apalagi ikut aktif dalam wirid, pengajian yang diprogramkan.

13)  Pertemuan mengutamakan perangkat lain unsur-unsur desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan malah akan bernilai positif bila Pihak Kecamatan, Kabupaten atau lainnya. Kegiatan akan bersenyawa berhasil bila dipercayakan juga generasi desa yang berhasil apalagi dari generasi yang berada di luar daerah.

14)  Banyak hal-hal kehidupan kecil lain perlu dipikirkan tergantung dari pemikir, unsur peduli memandang akan urgensi dan pengaruhnya buat masyarakat.

15)  Pertemuan rapat yang diprogramkan tersedianya waktu dan tempat artinya siap dan memudahkan membuat jadwal mendatangi narasumber lain yang berpengaruh besar membuahkan potensi generasi baik pengetahuan informasi dan semangat berbuat. Apalagi dapat menjadikan Desa sebagai pusat kegiatan Kecamatan Kabupaten dan Peran Lembaga lainnya.

PENUTUP DAN SARAN

Berpikir ini akan berarti bila kita cermati, di terima apalagi bila dilengkapi pemikir-pemikir unsur peduli penuh dengan tindakan teknis yang dilakukan. Jika ini memang perlu dipikirkan berkembangnya Desa Pematang Duku disambut sebagai Ibu Kota Kecamatan Pemekaran yaitu Kecamatan Bengkalis Timur seharusnya ada dalam bentuk rembuk pertemuan pembahasan di desa. Dengan pemikiran ini kami siap bila diperkenankan memberi support, dorongan buat masyarakat apalagi kegiatan program yang akan dicoba lakukan.

Pertimbangan berpikir ini mencapai pemenuhan kebutuhan masyarakat menyentuh tujuan yang diharapkan diatas antara lain :

  1. Masyarakat memenuhi kebutuhan biologis dan ekonomis dari usaha dan inisiatif mereka disamping jalur lintas yang lancar menghubung Desa Kecamatan Bengkalis Timur ke Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan yang berada di Kabupaten Meranti.
  2. Berkembangnya Desa Pematang Duku dan Kecamatan Bengkalis Timur menumbuhkan kepercayaan masyarakat bertanggung jawab berbuat, peduli, dapat menangkal akan kebutuhan rasa aman apakah pengaruh kenakalan, kejahatan, penyakit masyarakat, narkoba dan kriminalitas begitu juga rentan kendali lainnya.
  3. Menyambut program Pemerintah Provinsi mengembangkan jalur lintas merangkai pulau dengan penyeberangan roro diberikan masukan dibangun di Desa Temeran bukan di lingkungan desa Ketamputih dengan arti tidak menimbulkan kesibukan lintas Ketamputih dan Pematang Duku begitu juga tidak mematikan akses lintas motor pompong sebagai aktivitas ekonomi masyarakat pinggiran laut Ketamputih ke desa-desa Kecamatan Kepulauan Meranti. Disamping itu Temeran hanya berjarak13 kmdari Ibu Kota Kabupaten Bengkalis.
  4. Sinkronisasi pemikiran ini mendukung tujuan pemerintah masyarakat berusaha memanfaatkan waktu berbuat memanfaatkan lingkungan menghasilkan nilai-nilai ekonomis yang dibutuhkankan kehidupan keluarga berbuat untuk generasi optimis dan dinamis.
  5. Unsur-unsur terkait lainya maunya berbuat bertepuk dua belah tangan sadar bahwa hidup itu juga dari silaturahmi apalagi di tahun politik ini, bahwa kemunduran ini telah tampak dan terindikasi baik di media penyiaran begitu mereka yang banyak tersangkut perkara hukum, ini besar pengaruhnya timbulnya ketidak percayaan masyarakat kepada pihak pemerintah.
  6. Terealisasinya Kecamatan  Bengkalis Timur setidaknya mencakup 11 desa diantaranya : Damai, Tameran, Penebal, Pematang Duku Barat, Pematang Duku, Ketamputih, Sungai Batang, Kelemantan Barat, Kelemantan, Palkun dan Desa Sekodi.

Tulisan ini bukan sesuatu yang mutlak dipikirkan melainkan hanya membuka mata mengajak kita apa yang harus dilakukan. Masyarakat dengan apa yang diterima merasa puas seterusnya berbuat lebih banyak mengaktualisasi diri tentunya dengan kemauan dan doa. Kesadaran ini tumbuh membuahkan tingkah laku generasi yang mengkristal membudaya, mengembangkan hidup masyarakat. Utama yang perlu direalisasi untuk hidup generasi dengan tingkah laku berusaha bagaimana generasi menangkal permasalahan yang ada dalam dirinya dalam sakunya sedangkan mereka mutlak masih dalam menuntut ilmu. Kemudian apa yang dilakukan bersama akan berhasil terealisasi maka dari itu mari berkomitmen menyatukan tekad dan kemauan berbuat bekerja baik untuk generasi Pematang Duku maupun bangsa dan negara ini. Yang Maha Kuasa mengatur ini dalam arti tuntunannya “ Cukuplah Yang Maha Kuasa Itu Bagiku Dan Tiada Tuhan Lain Kecuali Dia Dan Aku Bertawakal Kepadanya”. Disamping itu kita jangan lupa diri dan senantiasa intropeksi diri ingatlah hidup mati itu ujian berbuat beramal tolong menolong diantara tuntunannya yaitu “ Carilah bekal hidup diakhirat sebagaimana karunia yang telah diberikan padamu namun jangan lupa hidupmu didunia berbuat baiklah kepada siapapun karna Yang Maha Kuasa telah berbuat baik kepada mu “.

Akhirnya sadarlah bahwa apa-apa yang kita lakukan itu belum maksimal, belum tepat sasaran, belum pada potensi orang-orang pada kapasitasnya, sentuhan yang ada tidak menyampai dan tidak terjadi, perlu diperbaiki intinya sadarlah dan lepaskanlah diri ini dari sesuatu yang bohong.

Mudah-mudahan Yang Maha Kuasa membuka jalan buat kita semua memperbaiki kelemahan ini tercapainya apa yang menjadi kebaikan yang didambakan generasi bangsa ini.

 

Pikiran ini buahnya budi

Berbuat untuk anak negeri

Bila sesuai dapat berarti

Generasi maju untuk ibu pertiwi

 

            Muda-mudi Bengkalis terpuji

            Bertahan sabar mengendali diri

            Akhir hayat belum terealisasi

            Alamat generasi buah caci maki

 

Rampai Berpikir Majukan Negeri Buku 5

Oleh : Drs H. Anwar Thaib (Melayu Bengkalis)

 HP. 08127626157

 

 

 

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook