Sebuah Catatan Dari Konferkab ke-IV PWI Bengkalis

Oleh: redaksi Umum | Jumat, 26 Oktober 2018 - 09:28:12 WIB

Sebuah Catatan Dari Konferkab ke-IV PWI Bengkalis

KOMPAK : Usai pelaksanaan Konfercab ke-IV PWI Bengkalis, Ketua Terpilih Alfisnardo, bersama Sekretaris PWI Riau Amril dan anggota PWI Bengkalis berfoto bersama.

BENGKALIS — Negeri Junjungan Bengkalis terdiri dari hamparan pulau dan daratan. Pelaksanaan Konfercab ke-IV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis pada tanggal 21-22 Oktober 2018 lalu menyimpan sejumlah catatan sebuah dinamika demokrasi.

Sejumlah awak media ini (wartawan,red) ini tak hanya berasal dari hamparan pulau. Tapi juga ada yang berasal dari daratan dengan wilayah kabupaten yang sama yakni Kabupaten Bengkalis. Namun, memiliki kecamatan yang berbeda, ada yang berasal dari Kecamatan Bukit Batu dan Siak Kecil.
Kemudian, ada juga yang berasal dari Kecamatan Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, dan Tualang Mandau. Wilayah empat kecamatan ini berasal dari hamparan daratan Sumatera. Pejabat pusat mengenalnya wilayah Kota Duri. Padahal Duri itu, bagian dari Kabupaten Bengkalis yang merupakan ibukota Kecamatan Mandau.
Selain wilayah Duri luas, juga memiliki jumlah wartawan yang cukup banyak. Tapi tidak semuanya tergabung di PWI Bengkalis.

Tak heran jika, dalam konfercab ini mayoritas peserta konfercab dari Duri sangat menentukan dalam proses pemilihan ketua PWI Bengkalis. Walau dalam hitungan keanggotaan hanya terdapat 7 peserta atau pemilih.

Kembali ke proses Konfercab, dipilih dan memilih, mendengar dan didengar. Itulah sebuah proses tahapan demokrasi pada pelaksanaan Konfercab ke-IV PWI Bengkalis. Memang selama hampir memasuki 1 dekade, atau dasawarsa ini, gaung dari organisasi tertua dan termuda masih eksis dengan baik.
Tentunya, harapan besar melalui kepemimpinan dan kepengurusan anggota PWI Bengkalis periode 2018-2021 ini bisa lebih baik lagi.

Alfisnardo, Ketua PWI Bengkalis terpilih bersama pengurus yang nantinya ikut dalam “kapal besar”, melalui jumlah anggota sekitar 48 anggota tersebut tentunya dinanti-nantikan kiprahnya.
Melalui sebuah kedai kopi, di Jalan Hangtuah, Bengkalis, Kamis (25/10/2018) bincang-bincang konfercab PWI Bengkalis ini ternyata juga dinanti-nantikan oleh masyarakat. Karena, masyarakat tahu jika konfercab merupakan helatnya, atau pestanya para insan wartawan yang setiap hari berkutat dengan berita dan informasi, perkembangan di daerah.

Lebih menarik lagi, ketika salah seorang anggota biasa PWI Bengkalis memberikan argumentasinya. Dimana konfercab PWI Bengkalis kali ini sangat luar biasa. Berbeda dengan OKP, atau ormas lainnya. Konfercab PWI Bengkalis, terasa seperti pemilihan kepala daerah.

“Ya bang, konfercab PWI Bengkalis hari ini sangat berbeda, kalah dengan proses demokrasi di OKP atau Ormas lainnya. Padahal hanya konfercab PWI, tapi terasa seperti pemilihan kepada daerah saja,”ungkap Muhammad Rafi’i, kemarin dalam sebuah perbincangan terkait Konfercab.

Bukan hanya itu, dinamika proses pemilihan ketua PWI Bengkalis juga menjadi sejarah baru bagi anggota PWI Bengkalis yang hari itu turut melaksanakan Konfercab, hampir selama kurang lebih 7 jam agenda pemilihan terlaksana, hingga akhirnya menemukan siapa yang diberi amanah untuk menjadi nakhoda “kapal besar” tersebut.

Dua kali skor sidang pleno pun tak terelakkan. Demi melaksanakan proses demokrasi melalui musyawarah, untuk mendapatkan sebuah keputusan yang sah. Tak heran, jika proses pada saat pemilihan masing-masing pemilih, punya kepala sama tapi pemikiran berbeda. Itulah perbedaan dan dinamika di organisasi.

Sejumlah wartawan yang dulunya pernah berjuang membawa PWI sampai ke Bengkalis seperti Fadly Syarifudin tak bisa lepas dari kursi dimana semula duduk dan menjadi peninjau dari helat tersebut.

Kontestasi dari sebuah pemikiran antar wartawan dengan wartawan ini yang cukup menarik, dan mengundang perhatian seluruh pihak, baik pemerintah, stakeholder, dan juga masyarakat umum. Sehingga, kontestasi yang terlaksana melahirkan sebuah keputusan sah dan final, dengan harapan PWI Bengkalis bisa lebih baik, maju dan berkembang, melalui dukungan semua masyarakat.

“Kita siap merangkul semua kalangan pers (wartawan,red) yang bertugas di Bengkalis. Jika ingin bergabung ke PWI, kita juga terbuka lebar, namun tetap berproses seperti waktu saya ikut bergabung di PWI ini,”kata Alfisnardo dengan gaya yang dingin sembari menyeruput hangatnya segelas kopi dihadapannya.

Alfis panggilan akrab dikalangan wartawan Bengkalis ini, tetap menginginkan jika PWI Bengkalis ini bisa berkiprah dengan baik, dan menghilangkan perbedaan yang selama ini terjadi, dan terbiarkan, seolah-olah PWI Bengkalis ini milik satu orang, dan tidak butuh keanggotaan, sebagai pendukung berkembangnya organisasi.

Menurut Alfis, dirinya bersama dengan sejumlah rekan-rekan nantinya akan segera melengkapi kepengurusan, untuk selanjutnya dibawa ke PWI Provinsi Riau.(rls)

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook