Ariadi Tarigan Menyayangkan Kondisi Gedung Daerah Yang Mulai Rusak

Oleh: redaksi Advertorial DPRD Siak | Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:46:19 WIB

Ariadi Tarigan Menyayangkan Kondisi Gedung Daerah Yang Mulai Rusak

Foto Ariadi Tarigan.
SIAK, Prodesanews.com -- Kondisi bangunan gedung daerah Sultan Syarif Kasim II yang baru diresmikan akhir Januari 2018 lalu, saat ini pada bagian dalam sudah mulai rusak. Gedung yang dibangun menggunakan APBD Siak tahun 2014, 2015 dan 2016 tampak berdiri megah di pinggiran Sungai Siak. Tak jauh dari Jembatan Sultanah Latifah yang menghubungkan Kecamatan Siak dan Mempura. 
 
Terhadap kondisi itu, anggota DPRD Siak Ariadi Tarigan menyayangkan kondisi Gedung Daerah yang mulai rusak, padahal belum setahun diresmikan. "Terlalu cepat rusaknya, kan belum setahun diresmikan. Irasional, kinerja konsultan proyek patut dipertanyakan. Kok bangunan senilai ratusan miliar, belum setahun sudah rusak. Fraksi Hanura minta pihak terkait teliti kembali keberadaan gedung ini," kata Ariadi Kamis (18/10/18) seperi yang dilansir di Fokusriau.com.
 
Terkait pernyataan Kadis PU Tarukim Siak Irving Kahar yang beralasan biaya perawatan gedung terlalu kecil, Ariadi begitu kesal menjawabnya. "Gedung baru seumur jagung, minta biaya perawatan tinggi, apakah layak? Mereka ini saya ibaratkan tentara Jerman, hanya bisa menyerang (membangun), tapi mempertahankan tak bisa. Maunya berapa biaya perawatan untuk gedung yang baru diresmikan?," ujar Ariadi balik nanya.
 
"Contoh lah tentara Amerika, bisa menyerang, hebat bertahan dan disegani lawan. Ini cuma bisa minta duit untuk bangun, memeliharanya tak bisa," tambahnya.
 
Selain itu, Ketua Hanura Siak ini juga mengkritisi manfaat gedung daerah itu untuk masyarakat Siak. Karena, sejak diresmikan belum pernah dimanfaatkan, sehingga keberadaan gedung terkesan mubazir.
 
"Kalau cuma untuk mempercantik Kota Siak, kan terlalu mahal. Itu bukan program prioritas disaat kondisi APBD sedang sulit. Makanya kalau mau membangun dipikirkan dulu, ini bukti perencanaan tak matang. Minta juga tanggung jawab konsultan atas kerusakan gedung daerah ini," ujarnya.
 
Caleg DPRD Provinsi Riau dapil Siak-Pelalawan ini mengakui biaya perawatan gedung senilai Rp200 juta per tahun dan biaya sewa gedung Rp1,5 juta dinilai terlalu kecil, tapi anggaran sebanyak itu merupakan usulan Dinas PU Tarukim.
 
"Memang kecil biaya perawatan dan biaya sewa, tapi kan mereka yang mengusulkan, kita hanya menyetujui saja. Sekarang mereka mengeluh. Ini bukti kinerjanya tak profesional. Kalau mau direvisi, ya ajukan lagi," pungkasnya.
 
Seperti diberitakan, Irving mengaku sejak diresmikan belum pernah gedung daerah digunakan. Sebab, untuk mengoperasikan gedung, tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Sementara, anggaran yang ditetapkan sesuai kesepakatan Pemkab dan DPRD Siak biaya sewa gedung hanya Rp 1,5 juta.
 
"Biaya segitu (1,5 juta) mana masuk. Kalau ada kegiatan di sini, kita harus gunakan genset, tak mungkin pakai lampu PLN, belum lagi biasa sound sistem, kebersihan dan lainnya. Kalau hitungan saya, angka Rp 12 juta baru sesuai untuk menggunakan gedung ini. Dan itu masih standar jika dibanding sewa gedung di Pekanbaru," jelasnya.
 
Terkait banyaknya sisi dalam gedung yang rusak, Irving mengaku anggaran perawatan yang ditetapkan sangat minim. Tak sebanding dengan nilai pembangunan gedung yang mencapai Rp 126 miliar.
 
"Tahun ini, biaya perawatan cuma Rp 200 juta, bagaimana kita bisa perbaiki bagian dalam gedung yang rusak. Uang segitu cuma cukup untuk potong rumput. Belum lagi biaya lampu, penjaga gedung dan lainnya. Ini yang jadi masalah bagi kita," pungkasnya. (Mr.j)
 
 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook