Aneh, APMS di Bengkalis Ini Tidak Jual Bensin ke Masyarakat Tapi ke Drum

Oleh: redaksi Sorot | Jumat, 19 Oktober 2018 - 06:36:38 WIB

Aneh, APMS di Bengkalis Ini Tidak Jual Bensin ke Masyarakat Tapi ke Drum

Teks foto : Tampak aktivitas pengisian BBM bensin dari truk ke drum, sementara masyarakat kesulitan membeli dengan alasan habis.

BENGKALIS -- Masyarakat menilai ada yang aneh dengan keberadaan dan penjualan bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium atau bensin di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), Jalan Poros Bengkalis-Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis. 

Pasalnya menurut warga, ketika akan mengisi atau membeli bensin dengan menggunakan sepeda motor disampaikan habis. Akan tetapi, saat bersamaan tampak pemandangan tak lazim pada Kamis (18/10/18). Satu unit truk angkutan BBM khusus bensin dari Pertamina terlihat sedang mengisi BBM itu ke dalam drum-drum di dalam APMS. 

Hal itu disayangkan masyarakat karena BBM subsidi dijual tidak didahulukan ke masyarakat malah ke drum. 


"Truk minyak seharusnya mengisi ke tangki APMS malah melakukan pengisian ke drum. APMS ini aneh, minyak bensin subsidi sering masuk tapi terus habis dan mereka hanya menjual minyak pertamax ke masyarakat. Kami melihat langsung lebih mementingkan pengisian di dalam drum ketimbang masyarakat yang membeli," ungkap Ferdi seorang pembeli keheranan, Kamis (18/10/18). 

Sementara itu, salah seorang perempuan enggan menyebutkan namanya dan mengaku karyawan di APMS tersebut mengatakan, bahwa setelah minyak dari truk tangki ke drum kemudian baru akan dimasukkan ketangki APMS. 

"Dibongkar ke drum dulu, baru nantik dicurahkan ke dalam tangkinya, yang diisi dalam drum ini juga nantik akan diantar ke pos-pos," katanya seraya menyebutkan hanya sebagai pembukuan.***(dik/AT)

Sumber : Riauterkini.com


  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook