Duel Maut Suami Istri di Bonai Rohul Diduga Bermotif Asmara

Oleh: redaksi Hukrim | Selasa, 09 Oktober 2018 - 20:56:42 WIB

Duel Maut Suami Istri di Bonai Rohul Diduga Bermotif Asmara

PASIRPANGARAIAN -- Polres Rokan Hulu (Rohul) masih selidiki duel maut pasangan suami istri di Dusun III Akasia Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam‎, hingga keduanya tewas bersimbah darah di dalam rumahnya.

‎Perkelahian‎ antara Aniadi Waruhu dengan istrinya Avedi Zebua terjadi Senin dini hari (8/10/2018) sekira pukul 02.00 WIB. Berawal cekcok mulut, sepasang suami istri ini ditemukan warga bersama polisi sudah tewas bersimbah darah di dalam rumahnya.

‎"Hasil laporan anggota dari lapangan dan hasil penyelidikan, motifnya sementara ini karena asmara," jelas Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK, M.Si, dikonfirmasi riauterkinicom di Mapolres, Selasa (9/10/2018).

‎AKBP M. Hasyim mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan kejadian tersebut, karena sepasang suami istri tersebut sama-sama sudah tidak bernyawa lagi.

"Maka kita perlu lagi menemukan alat bukti yang lain," tandas Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim, dan mengaku masih menunggu laporan dari anggota.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SH, SIK, mengaku satuannya bersama Tim Identifikasi Polres Rohul dan Polsek Bonai Darussalam‎ telah melakukan olah TKP ke rumah korban di Desa Kasang Padang yang jaraknya sekira 2 jam dari Polsek, karena masuk lagi ke areal perkebunan.

Saat olah TKP dan keterangan saksi di lapangan, motif pertengkaran antara suami dan istri sudah lama terjadi, bahkan sudah berulang kali terjadi.

"Sempat suaminya ini menghubungi anaknya yang sudah menikah yang tinggal di luar Riau. Kalau dia tidak diterima kembali berjumpa dengan istrinya, atau dalam bahasanya rujuklah, ‎kalau dia tidak yang mati atau sama-sama mati," ungkap AKP Harry.

"Intinya sudah niat dari awal si suami ini‎ (Aniadi Waruhu)‎," tambahnya.

Saat kejadian, sambung AKP Harry, ada 3 anak korban di dalam rumah, paling kecil berusia 5 tahun sedang sakit,‎ usia 11 tahun, dan 12 tahun. Ketiganya juga sudah dimintai keterangan.

Keterangan dari anak korban, Senin dini hari, ayahnya datang ke rumah dan sempat terjadi pertengkaran di dalam rumah. Saat pertengkaran, Aniadi Waruhu sempat menganiaya istrinya Avedi Zebua, sebelum menikamkan sebilah pisau ke bagian perutnya.

‎"Melihat itu anaknya langsung keluar, jadi tidak melihat lagi apakah ada perebutan (pisau) atau tidak, tapi intinya di dalam rumah itu ada dua orang," kata AKP Harry.

"Pada saat kejadian, anaknya keluar memanggil tetangga. Tetangganya semua keluar tapi tidak ada yang berani masuk ke dalam, sebab si suami ini masih memegang pisau," tambahnya lagi.

Dari pengakuan warga, kedua korban belum resmi bercerai, baru sebatas pisah ranjang. Keduanya pisah rumah karena si istri sering mengalami kekerasan fisik dari suaminya.

Ditanya apakah ada indikasi si suami bunuh diri setelah menikam istrinya hingga tewas, Kasat Reskrim Polres Rohul mengaku polisi belum mengarah kesana.

"Kalau keterangan sementara dokter, itu lukanya bukan luka vertikal tapi menyamping (horizontal), namun ada tiga tusukan," ungkap AKP Harry lagi.

"Indikasi masih kita dalami, bahwa saksinya yang melihat sendiri ada tiga orang‎ (anak korban)," tambah AKP Harry.

Dari olah TKP, jelas AKP Harry, polisi menemukan sejumlah barang bukti, seperti 1 bilah pisau ditemukan dekat mayat si suami, tas berisi pakaian milik suami yang ditemukan di belakang rumah, sepasang sepatu kerja dan sepasang sandal jepit.*(zal/AT)

Sumber : Riauterkini.com

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook