Meskipun Mati, BPOM Pekambaru Sebut Cacing Pita Dalam Sarden Tetap Berefek Negatif

Oleh: redaksi Kesehatan | Rabu, 21 Maret 2018 - 13:33:24 WIB

Meskipun Mati, BPOM Pekambaru Sebut Cacing Pita Dalam Sarden Tetap Berefek Negatif

Hasil pemeriksaan BPOM Pekanbaru memastikan memang ditemukan cacing pita dalam kaleng sarden. Kondisinya mati, tapi tetap bisa menimbulkan efek negatif pada tubuh yang menrkonsumsi.

PEKANBARU -- Setelah melakukan pemeriksaan terhadap penemuan cacing pita dalam kemasan ikan sarden, BPOM Pekanbaru jelaskan bahwa cacing sudah dalam keadaan mati. Hal ini juga dikuatkan dengan dalam proses pengalengan terdapat proses sterilisasi dengan suhu diatas 100 derajat selama 1-2 jam.

M Kashuri saat dijumpai wartawan menjelaskan memang cacing yang kita temukan ini sudah dalam keadaan mati. Namun jika tetap dikonsumsi tentu akan menimbulkan efek samping pada tubuh.

"Jika dikonsumsi dapat menyebabkan alergi seperti gatal-gatal. Malahan yang cukup bahaya bagi yang memiliki riwayat penyakit asma, maka akan menyebabkan sesak nafas," katanya.

Diluar itu, cacing yang terdapat dalam kemasan sarden sendiri bukan disebabkan karena produk kadaluarsa atau kemasan rusak sehingga muncul cacing. Namun, diduga cacing ini sudah ada pada tubuh ikan sebelum diproses. " Kemungkinan dalam proses pembersihan kurang higienis, sehingga cacing dalam perut ikan tidak hilang," bebernya.

Meski begitu, saat ini pihaknya terus menyisir dan menyita produk-produk ikan kaleng yang diduga mengandung cacing tersebut. Diketahui sejauh ini terdapat tiga merek produk yakni Mackerel, Hoki dan IO yang tersebar di wilayah Meranti dan Inhil.

"Untuk wilayah Dumai kita masih belum menerima laporan. Namun, kita menghimbau menemukan dalam produk lain maka dapat menginfokan ke kita untuk kita lakukan tindak lanjutnya," tuturnya.

Sementara terkait keteledoran, produsen produk ini dapat peringatan keras bahkan juga terancam terkena sanksi administratif hingga pencabutan izin edarnya. Namun sebelum itu, tentu ada proses yang cukup panjang seperti penarikan kembali produk yang sudah beredar di tengah masyarakat.

"Seharusnya produsen berkomitmen untuk menjaga mutu dan kemanan produk setelah mendapatkan izin edar," pungkasnya.***(rul/AT)

Sumber : Riauterkini.com

 

  Print Berita

Redaksi menerima kiriman berita dan foto. Bagi yang berminat silahkan kirim berita dan foto Anda ke email:prodesanews@gmail.com

0 Komentar

Tulis Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Komentar Facebook